Kamis, April 18, 2024
spot_img

Sukabumi Masuk Kawasan Aglomerasi dalam Rapat RUU DKJ

Baca Juga

SukabumiBerita.comPanitia Kerja Rancangan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (Panja RUU DKJ) antara DPR dan Pemerintah menggelar rapat mengenai ketentuan kawasan aglomerasi di sekitar Jakarta. Dalam rapat itu, muncul usulan wilayah Sukabumi masuk ke dalam kawasan aglomerasi.

Usul itu muncul dari anggota Baleg DPR Fraksi Gerindra, Heri Gunawan. Dia mengatakan Sukabumi menjadi salah satu sumber air yang dikonsumsi masyarakat di Jakarta.

“Tadi disampaikan di dalam DIM 500, rencana induk sebagaimana dimaksud pada ayat 1 memuat program dan kegiatan menjadi kewenangan pemerintah pusat, daerah, provinsi, dan daerah kabupaten/kota pada kawasan aglomerasi yang menjadi prioritas untuk menjamin sinkronisasi pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik di kawasan aglomerasi,” kata Heri dalam rapat panja di ruang rapat Baleg DPR, Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2024).

“Di sana tercantum, program dan kegiatan dimaksud, minimal mencakup, transportasi, pengelolaan sampah, pengelolaan air minum. Kita ketahui bersama, sumber air minum. di Jakarta ini dikirim dari Sukabumi, air mineral dari sana. Jadi saya pikir mungkin bisa juga masuk di sana, termasuk kawasan aglomerasi. Kalau dipersiapkan tidak ada salahnya,” lanjut dia.

Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi atau Awiek yang memimpin rapat, merespons usulan itu. Dia menanyakan kepada Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro apa konsekuensi dari usulan tersebut.

Suhajar menjelaskan ketentuan wilayah-wilayah yang akan masuk kawasan aglomerasi masih dikaji pemerintah. Dia mengatakan pengaturan wilayah yang masuk kawasan aglomerasi nantinya diatur dalam peraturan pemerintah (PP).

“Pengaturan ini akan diatur di peraturan pemerintah. Jadi artinya kita masukkan Cianjur, misalnya, karena keterkaitan di puncak air mengalir tadi, nah nanti kita cek. Kalau dari sisi jarak sih sebenarnya ya tidak terlalu jauh juga. Ini kan kita udah punya data juga. Tapi kan itu di peraturan pemerintah, Pak, peraturan turunannya,” kata Suhajar.

Awiek lantas mengingatkan pemerintah agar mengakomodasi usulan yang muncul di rapat panja tersebut, termasuk soal usulan Sukabumi masuk kawasan aglomerasi.

“Maka kemudian, ini ada masukan tentang Sukabumi. Ketika peraturan pemerintah nanti disusun, jangan lupa usulan Pak Heri Gunawan tadi,” kata Awiek. “Iya kita kaji. Kalau soal jaringan air bersihnya, itu kita kaji,” kata Suhajar dalam rapat.

 

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Terbaru

Wajib Pajak Taat dan Tepat Waktu Bayar PBB-P2 Bisa Dapat Hadiah Umrah Gratis di Kabupaten Sukabumi

SukabumiBerita.com—Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi menyiapkan hadiah umrah gratis bagi wajib pajak yang taat dan tepat waktu dalam...
spot_img
spot_img