Sabtu, April 13, 2024
spot_img

Longsor di Cibadak Sukabumi Gara-gara Ini

Baca Juga

SukabumiBerita.comPusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan sejumlah temuan hasil penelusuran mereka di lokasi longsor di Kampung Cibatu Hilir, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

PVMBG mengatakan, ada beberapa penyebab yang mengakibatkan longsor terjadi. Salah satunya adalah aktivitas Cut and Fill atau gali uruk di atas lereng permukiman.

“Penyebabnya pertama daerah rawan longsor, kemudian ada kemungkinan cut and fill kemungkinan ada timbunan di atas. Ada timbunan dan tanah asli, tidak semua timbunana ada tanah aslinya, kemudian arah aliran air atas tengah dan bawah diarahkan ke lereng permukiman,” kata M Nizar Firmansyah, penyelidik longsor dari PVMBG kepada awak media.

Untuk mengantisipasi itu, Nizar juga menyebut harus adanya trap untuk mengantisipasi longsor. “Trap terasering, nanti biar longsoran enggak turun lagi, direlokasi yang tertimbun harus direlokasi,” katanya.

Nizar kemudian membeberkan, beberpa temuan lainnya dari lokasi longsor tersebut. Termasuk titik-titik berbahaya dan saran untuk warga yang tinggal di lokasi tersebut, posisinya disebut Nizar sangat riskan dan rawan selain memang lokasi yang ditinggali warga itu memang berstatus rawan longsor.

“Titik yang berbahaya di depan longsoran, karena mata air di sini juga, memang ada perbaikan terkait dengan penahan lereng yang ada di belakang permukiman. Karena memang sangat riskan di sini, memang daerah rawan longsor, mata air juga banyak muncul di sini,” ungkapnya.

“Kemudian ada yang urgent, ada pohon bambu harus segera di tutup retakannya karena agak besar dan mengarah ke pemukiman, ada 6 sampai 7 rumah (terancam),” tambahnya.

Lalu kaitan apakah perlu adanya relokasi untuk para penyintas, Nizar menjelaskan, tidak semua warga perlu direlokasi. Meskipun begitu pihaknya harus menunggu kondisi data terbaru dari lokasi.

“Tidak semua ini di relokasi nanti, hanya ada beberapa yang direlokasi, karena ancaman masih tinggi. Nanti kami akan memetakan mana yang berbahaya di sini, data masih ada perlu data baru, kami belum bisa menginformasikan rumah mana saja,” tuturnya.

Terkait 60 rumah yang kondisinya terancam, Nizar menyebut, tidak semuanya perlu mendapatkan relokasi. Sebagian bahkan masih bisa ditempati.

“Selain retakan, di depan zona merah direlokasi, yang 60 tidak semua direlokasi, masih bisa ditempati, hanya memang perlu perbaikan saluran air,” pungkasnya.

Diketahui, longsor yang menimbun area permukiman warg terjadi pada Rabu (24/1) lalu yang mengakibatkan 13 rumah warga di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi tertimbun. Tidak hanya itu, ada 6 rumah dengan kondisi bahaya dan 60 rumah lainnya berisiko.

 

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Terbaru

Muhammadiyah Umumkan Idul Fitri 1445 H Jatuh Pada Hari Rabu 10 April 2024

SukabumiBerita.com—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengumumkan penetapan 1 Syawal 1445 Hijriah atau Idul Fitri 1445 H/Lebaran 2024 jatuh pada hari...
spot_img
spot_img