Korban Keracunan Makanan di Sukabumi Bertambah Lagi Jadi 132 Orang

0
RSUD Sekarwangi.

SukabumiBerita.comTim Suveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi mencatat jumlah warga Desa Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi yang diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap nasi bungkus yang dibagikan dalam acara syukuran hingga Selasa malam, kemarin jumlahnya mencapai 132 orang.

“Seratusan korban yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari syukuran pada Senin, 3 Juni 2024, tersebut berasal dari dua kampung yakni Kampung Cikiwul dan Cimonyet, Kecamatan Cibadak,” kata Ketua Tim Kerja Survailans Dinkes Kabupaten Sukabumi Tatang Sutarman di Sukabumi.

Informasi yang dihimpun dari tim surveilans, dari 53 korban yang dirawat di RSUD Sekarwangi sebanyak 25 korban sudah dipulangkan karena kondisi kesehatannya semakin membaik. Kemudian lima korban menjalani observasi di posko kesehatan sementara sisanya menjalani pemulihan di rumahnya masing-masing.

Hasil penelusuran yang dilakukan Tim Surveilans Dinkes Kabupaten Sukabumi keracunan massal ini setelah warga menyantap nasi boks yang dibagikan salah seorang warga Kampung Cikiwul, RT 01, RW 02 pada acara syukuran pernikahan.

Namun, setelah menyantap berbagai makanan yang ada di dalam paket nasi boks tersebut atau tepatnya pada Senin, sekitar pukul 17.00 WIB satu per satu warga mulai merasakan gejala keracunan seperti sakit kepala, demam, mual-mual, badan lemas, muntah dan sering buang air besar (BAB).

Awalnya, sejumlah warga yang mengalami gejala keracunan tersebut ditangani oleh pembina desa, namun karena jumlahnya terus bertambah, pembina desa berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sekarwangi dan Dinkes Kabupaten Sukabumi.

Karena jumlah korban terus bertambah tim kesehatan kemudian membuka posko darurat, kemudian melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga untuk memberikan pelayanan pengobatan dan merujuk warga yang kondisinya sudah lemah serta diharuskan menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Untuk mengungkap penyebab keracunan massal di Desa Sekarwangi, tim survailans mengambil sampel atau contoh makanan yang disajikan dalam paket nasi boks tersebut. Hingga saat ini, sampel makanan itu masih diuji di laboratorium kesehatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini