SukabumiBerita.com—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi membuka gerai distro mustahik di Gedung Pusat Kajian Islam Sukabumi, Rabu (18/1/2023). Distro mustahik ini menjadi pusat perhatian warga Sukabumi. Sebab masyarakat yang membutuhkan pakaian layak bisa memperolehnya dengan gratis di tempat tersebut.
Pakaian bekas dari sumbangan warga tersebut dikemas seperti baru dengan dibungkus plastik tersendiri dan disusun rapi di distro mustahik. Sehingga tampak baru dan menarik warga untuk memilihnya.
“Pakaian yang ada tidak hanya untuk wanita melainkan pria juga tersedia. Pakaian dari sumbangan warga ini dikemas seperti baru dan layak dipakai,” kata Ketua Baznas Kota Sukabumi Miftah Amir dalam keterangannya.
Baca Juga:
Untuk mendapatkannya tidak perlu syarat khusus, di mana warga yang membutuhkan hanya tinggal datang ke distro mustahik. Miftah menuturkan, pakaian bekas tersebut berasal dari sumbangan warga beberapa waktu lalu. Ia menuturkan bagi warga yang menyumbang tidak ada kriteria khusus.
Namun yang terpenting pakaian tersebut masih layak, tidak sobek dan tidak kucel serta tidak cetian atau banyak bintik hitam. Saat ini lanjut Miftah, yang menyumbang pakaian bekas dari perorangan.
Keberadaan distro mustahik ini sangat membantu warga kurang mampu yang membutuhkan pakaian layak. “Alhamdulillah, warga kurang mampu terbantu dan bisa mendapatkan pakaian layak di sini,” kata salah seorang warga yang mengunjungi distro mustahik tersebut.
Walaupun pakaian bekas, namun tampak baru dan sangat layak dipakai. Pakaian bisa digunakan oleh warga yang membutuhkan. Launching distro mustahik ini dilakukan dalam momen HUT Ke-22 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Penganugerahan Baznas Award yang digelar Baznas Kota Sukabumi di Gedung Pusat Kajian Islam, Rabu (18/1/2023).
Berkaitan pengumpulan zakat, Baznas mencatat sepanjang 2022 terjadi peningkatan. “Pengumpulan zakat pada 2022 lalu tumbuh sekitar 27 persen,” kata Miftah Amir. Di mana dari yang awalnya pengumpulan Rp 5,5 miliar menjadi Rp 6,9 miliar dan melebihi target ditetapkan Rp 6,6 miliar.
Menurut Miftah, pencapaian ini belum sesuai potensi Rp46 miliar per tahun. Sehingga ke depan akan terus dimaksimalkan. Salah satunya melalui bimtek dan pembinaan 100 U0Z DKM dan 70 OPD. Selain itu melalui edukasi rutin Baznas atau duta zakat dan pembuatan sistem A Zaki atau aplikasi zakat Kota Sukabumi. Miftah merinci, perolehan zakat pada 2022 lalu yakni zakat maal Rp3.326.509.271, zakat fitrah Rp2.602.362.300, dan infak Rp991.247.177. Sehingga total pencapaian Rp6.921.118.748.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menyambut baik adanya distro mustahik ini. “Warga yang membutuhkan pakaian bisa datang ke distro,” katanya.
Menurut Achmad Fahmi, inovasi dari Baznas Kota Sukabumi ini sangat bermanfaat bagi warga yang kurang mampu. Istimewanya, pakaian bekas dari sumbangan warga ini dikemas seperti baru.
“Butuh pakaian bekas berkualitas, tinggal pilih dan ambil di distro mustahik Baznas Kota Sukabumi,” katanya. Nantinya bagi warga yang awalnya mustahik, bisa menjadi muzaki. Sehingga ada peningkatan kesejahteraan warga dengan adanya pemberdayaan.